Hari Ahad, 26 Desember 2004 yang lalu telah terjadi bencana yang begitu dahsyat di Aceh, Tsunami.
Hari Sabtu, 27 Mei 2006, yah 17 bulan kemudian kembali terjadi bencana yang tak kalah dahsyatnya Gempa berkekuatan 5,9 scala Richter. Pusat gempa diperkirakan ada di Laut Selatan Parang Tritis Yogyakarta.
Korban terbesar dialami oleh Kab. Bantul : korban meninggal dunia mencapai 2500 orang lebih. Dan urutan kedua Kab. Klaten, korban meninggal dunia 1600 orang lebih dan total korban meninggal dunia DIY & Jateng = 5000 orang lebih.
Malam Sabtu ( 26 Mei ) tentangga saya meninggal mendadak kira2 30 menit setelah olahraga bulutangkis. Sebagai tetangga saya ikut terlibat mengurus jenazahnya hingga semalaman itu saya tidak bisa tidur hingga pagi. Ketika waktu syubuh tiba saya paksakan diriku yang ngantuk untuk tetap pergi ke masjid sholat berjamaah.
Pulang dari masjid aku masuk rumah dan pintu depan masih terbuka dan saya coba mnghidupkan TV untuk nonton Kuliah syubuh. Tapi baru beberapa menit berjalan, kemudian tiba-tiba suara gemuruh memekakan telinga disertai goncangan hebat dan bersamaan dengan matinya PLN, secara reflek aku berlari keluar disertai istriku yang sebelumnya masih ditempat tidur dan menyusul anak2ku yang kebetulan ada dirumah waktu itu.
Ya Allah, inilah rupanya gambaran kepanikan yang akan terjadi di akhir zaman nanti. Sungguh karena kepanikan, aku benar-2 tidak ingat lagi nasib istri & anak2ku.
Sungguh ini baru contoh kecil dariMu ya Allah, tapi telah menunjukan betapa hamba tidak bisa melindungi siapapun.
Wahai manusia yang masih diberi kesempatan hidup, sadarlah bahwa hari akhir itu PASTI akan tiba.
Gempa tektonik semoga menjadikan kita instrospeksi diri. Amin
No comments:
Post a Comment