
kasih anak sepanjang jalan
kasih ibu dibawa mati.....
ungkapan ini sudah lama tidak kudengar, tapi entah mengapa tiba-tiba malam ini ungkapan ini menjadi teringat kembali.
dulu ketika anak-anak masih kecil-kecil yang terasa adalah kelucuan anak-anaku itu.
tapi ketika anak-anak sudah tumbuh besar, bahkan ketika sudah dewasa kelucuan itu berubah menjadi kecemasan-kecamasan :
ketika anak2 menjalani ujian sekolah, cemas kalau tidak lulus
ketika sudah lulus, cemas takut tidak bisa masuk p.t.
ketika sudah kuliah di pt, cemas kalau tidak bisa bayar spp dan drop out.
ketika diwisuda cemas kalau tidak dapat kerjaan
ketika sudah kerja cemas kalau tidak dapat jodoh yang baik
ketika sudah nikah cemas kalau rumah tangganya retak......
dan ketika2 yang lain dan cemas2 yang lain pula.....
duh anak-ku, ternyata jadi orang tua amatlah berat
mengemban amanat Allah ternyata amatlah berat
menjadi anak juga tentu tak kalah beratnya
terlebih diera sekarang ini.....
dimana godaan2 telah menjadi pandangan sehari2
dimana perselingkuhan telah menjadi tontonan
perselingkuhan pejabat dengan konglomerat.....
perselingkuhan polisi dengan penjahat....
perselingkuhan politisi dengan rakyat....
perselingkuhan justisi dengan residivis..... dst dst
wahai anaku.... hindari perselingkuhan apapun bentuknya
2 comments:
Alhamdulillah dan terimakasih Bapak! nasihatmu sangat berarti bagiku....benar ungkapanmu ternyata tantangan semakin berat kedepan, pegangan harus kuat. "Perselingkuhan" sering terjadi meskipun tanpa disadari, kesempatan tersembunyi maupun terang-terangan menjadi bahaya laten yang wajib diwaspadai.
Alhamdulillah dan terimakasih Bapak! nasihatmu sangat berarti bagiku....benar ungkapanmu ternyata tantangan semakin berat kedepan, pegangan harus kuat. "Perselingkuhan" sering terjadi meskipun tanpa disadari, kesempatan tersembunyi maupun terang-terangan menjadi bahaya laten yang wajib diwaspadai.
Post a Comment