Monday, August 11, 2008

laGi saTu episoD terlalui

Alhamdulillah, episode demi episode terlampaui dan bisa jadi Allah SWT menujukan kebesaranNya disini.
Ada banyak doa-doa yang tak terwujud, karena Allah mempunyai rencana lain yang tentu lebih baik dari yang aku rencanakan.

pertama ketika prosesi pernikahan anak saya yang sulung dengan salah seorang mojang priangan, kebanggaan, kebahagiaan, suka cita melambung setinggi langit.
prosesi pernikahan yang tak terbayangkan sebelumnya menjadi siluet mimpi yang tereliasasi diluar batas angan lamunan saya waktu itu.
perjalanan memotong keramaian kota Bandung dengan pengawalan satu team voreder membuat saya sekeluarga bagai dialam lain, dll dll dll....
tapi kebahagiaan itu tercampakan seketika, hanya satu sebab kealpaan saya yg begitu tertegun dan menurut saja acara protokoler waktu itu dan mengakibatkan salah seorang atau beberapa orang pengantar keluarga saya merasa terpinggirkan kemudian memprotes dan mau meninggalkan acara.
perasaan malu sudah tidak terkatakan.....

kedua, kembali ketika pernikahan anak saya yang kedua dimana tidak ada cukup waktu bagi saya untuk mempersiapkan memaksa saya mengambil keputusan kilat....
bukan masalah harta, pangkat atau kedudukan tapi masalah prinsip anak-anaku harus terhindar dari maksiyat.... dan saya harus ikhlas menerima ketentuan jodoh dari Allah.

ketiga, ketika kemaren kembali ke pernikahan anak saya yang ketiga juga harus menyisakan duka lara karena ketidak berdayaan saya menolak kodrat Illahi.
tak ada orang tua yang menginginkan anaknya berbuat kesalahan apalagi sampai melukai hati orang lain, dan ketika itu harus terjadi saya juga merasakan duka yang medalam.
duka yang paling menyakitkan adalah ketika semua yang pernah saya sampaikan dianggapnya sebagai kebohongan semua tanpa kecuali......

ternyata tidak mudah untuk menjadi orang baik...
tapi paling tidak saya ada waktu untuk emnyadari bahwa masih ada orang2 baik...
yang mau mengingatkan saya, betapapun pahitnya...
saya harus terima dengan ikhlas dan doa tetap saya panjatkan,
betatapun hati ini luluh lantak, dihina dicaci maki dilecehkan dan diremehkan seolah tiada lagi kebaikan disisiku....
semoga Dia tetap menjadi orang yang baik, terlebih lagi tetap menjadi muslimah yang menjaga harkat dan martabatnya.
suatu saat nanti dia pasti akan mengerti mana logam mana loyang...
semoga....


surabaya 08-08-2008 jam 08:08

2 comments:

Anonymous said...

Bapak yang baik, suatu saat ketika Jibril protes kepada ALLAH dengan bertanya "Kenapa Allah tidak segera mengabulkan doa hambanya yang ahli dzikir?" Jawab ALLAh SWT ternyata ALLAH selalu merindukan suara dzikir hambanya kepadaNya.

Anonymous said...

Bapak yang baik....!!! Ketika suatu masa Jibril pernah protes dan bertanya kepada ALLAH tentang kenapa ALLAH tidak mendengar rintihan Dzikir hambanya? Jawab ALLAH ternyata karena Allah merindukan Hambanya yang selalu menyebut namaNya dan Allah janji akan memberikan yang lebih baik kelak. Untuk itu tetap bersabarlah...!!