kegelisahan saya dalam merenungi perjalanan iman saya bersama salah seorang sahabat saya, sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. sahabatku itu dulunya seorang yang kurang peduli terhadap iman, walaupun ia telah melakukan sholat wajib, puasa romadhon dll tapi tidak tercermin bahwa ia pribadi yg amat taat thd agamanya waktu itu.
tapi setelah kami bertemu kembali beberapa tahun kemudian ternyata dia telah banyak berubah, ia telah menjadi orang yang sangat alim dan amat lembut hatinya, dia begitu antusias menghadiri berbagai majelis ilmu sehingga ketika aku informasikan ada kelompok pengajian yang jamaah dan pengurusnya terkelola rapi bernama MTA dia langsung datang dan terus menghadiri dg istiqomah bahka dia sangat ber-api2 dan sangat menggugah ketika diberi kesempatan menyampaikan kultum/iftitah dalam kelompok kecil kami.
maka ketika sahabatku ini tergelincir (menurut saya) dalam sebuah pemahaman kajian al-quran thematik karena terpesona dengan sang ustadh yang begitu pandai mengolah kata dan hafal tafsiran al quran, dia (sahabatku) rela melepas keyakinannya akan kebenaran Hadist Nabi dan hanya mempercayai satu garis hukum (istilah mereka) Allah yaitu Al Quran.perjuangan dia (sahabatku) puluhan tahun mengembar-gemborkan, mengkampanyekan al-quran - sunnah telah ia potong sendiri ibarat seorang anak kecil yang ingin berlari kencang tapi dengan cara meng-amputasi sebelah kakinya sendiri,,,, ironis sekali.dialog2 dalam blog
http://gurugo.blogspot.com/2009/11/mencari-bukti-kesesatan-pemikiran.htmlyang saya pikir bisa jadi penyeimbang ke-eforiaan dia, hard copynya telah saya berikan kepadanya, namun sejauh ini nampaknya tidak berpengaruh banyak untuk mengentaskan dia dari jurang kenistaan kaum inkarus sunnah yang telah melingkupi kehidupannya.berikut respon para pembaca yang sengaja saya copykan dari blog GURU GO, dengah harapan sahabat2ku yang lain untuk berhati2 dalam berjudi pemahaman tanpa landasan akidah yang kuat.
------------------------------------------------------------------------------
MPI-3 UMSFeb 10, 2010 08:32 PM
Memang semua orang Islam Solo, terutama yang berasal dari daerah Sragen (tentunya yang masih beriman sehat) tahu bahwa ajaran yang dibawa oleh Mbah Min adalah ajran SESAT dan MENYESATKAN. Seandainya Rasulullah masih hidup, saya yakin beliaulah yang turun tangan untuk membunuh Mbah Min. Karena Beliau sudah dihina lewat sahabat-sahabtnya yang tercinta. Apa balasannya bagi orang yang menghina para sahabat yang mulia selain hukum bunuh? Allohu Akbar!!!
Balas
parmin Mar 10, 2010 03:10 AM
jangan mengatakan orang lain sesat.., belum tentu kita benar. kalo mengaku Islam ya berpedoman pada Al Qur'an, apa mbah min pake injil...., jangan suka menyesatkan pikiran orang lain...., oarng mengerti itu harus bijaksana.... orang bodoh... ngaku pinter..... teliti dirimu sebelum memberikan kesimpulan pada orang lain......pelajari jangan sepotong-sepotong, harus total, biar kita mudeng... durung mudeng kok udah klaim sesat... gimana tuh ngaku orang ngerti...... BOHONG BELAKA, justru anda adalah yang menyesatkan.....
BalasBalas
Guru Pintar
Mar 24, 2010 12:08 AM
saya mengatakan sesat tidak sendirian om parmin. Anda sudah baca tulisan saya belum? Kalau tidak mau tersesat ya pakai al-Qur'an dan al-Hadits. Kalau hanya pakai salah satunya ya akan tersesat seperti mbah Min dan jama'ahnya. Jelas sekali sabda Nabi: "Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika berpegang pada keduanya; yakni al-Qur'an dan al-Hadits." Jadi sudah sesuai dengan sabda Nabi tersebut bahwa mbah Min akan tersesat. Anda jangan hanya ikut kata-kata Mbah Min yang terkadang masuk akal. Ikutilah kajian yang lain. Bukankah Mbah Min mengajak Anda untuk selalu berpikir kritis? Tapi mengapa Anda hanya seperti bebek yang berjalan di belakang mbah Min tanpa protes sedikitpun? Pelajari Islam secara global, kaffah. jangan sepotong2. begitu kata Anda. tapi Anda membuang hadits. Apa itu tidak menghianati kata2 anda sendiri? Camkan...!
Balas
godspot Apr 5, 2010 12:26 AM
assalmualaikum pak guru..saya mau ikut nimbrung ni pak.mhn ijin sebelumnya...bgini pak guru,ada dua hal yang perlu digarisbawahi...alquran dan alhadist...
sebenarnya mana yang jadi sumber hukum? apakah alquran? atau hadist? apakah tanpa hadist alquran itu tdk bisa dipelajari dan ditakwilkan, apakah alquran tidak bisa menerangkan dan menyelesaikan setiap urusan manusia dan makhluk baik yang ada di samawat dan di bumi? jika tidak dimana kedudukan ALLAH sebagai Tuhan, apakah mungkin Allah tidak bisa menerangkan hukum2Nya yang tertuang dlm kitab2Nya,dan harus dengan bantuan manusia untuk melengkapi? Alquran itu langsung dari Allah yang Maha kuasa, yang Maha tinggi ilmuNya, praktis semuanya sudah lengkap..
nha hadist itu sendiri merupakan perkataan dan perilaku nabi yang ditulis dan didokumentasikan, tetapi bukan sumber hukum, karena sumber hukumnya tetap Alquran. jika haddis dijadikan sumber hukum yang melengkapi alquran lalu bagaimana umat-umat terdahulu? ingat lo pak guru, ALLAH itu satu, dan dari dulu sampai sekarang ketetapanNya tidak berubah-ubah.
oiya satu lagi, Aisyah pernah berkata klo Akhlak Nabi itu adalah Alquran... iya khan? lalu kenapa kita ga ikuti nabi dengan mempelajari Alquran dengan kaffah...karena Nabi gpernah menyampaikan yang lain selain Alquran.
pak guru, Allah tidak pernah menjustifikasi seseorang, bahkan Firaun yang mengaku dirinya Tuhan tidak dikatakan kafir atau sesat, Allah hanya mengatakan bahwa firaun hanya menyombongkan diri.
oiya untuk komen yang paling atas, koq anarkis sekali, apa iya Nabi akan berbuat seperti itu? apa pernah Nabi mencerminkan akhlak diluar Alquran, nabi itu dihina, diludahi, bahkan hendak dibunuh sekalipun, yang dilakukanya adalah mendoakan org yang berlaku semena2 kepadanya.
bapak guru yang terhormat, saya tidak mengingkari siapa nabi kita semua, kita tidak pernah mengatakan nabi kita bukan muhammad SAW yang mulia, hanya kami lebih berhati-hati soal hadis, karena sumber hukum manusia adalah Alquran,jadi mari bersama-sama untuk lebih kritis lagi tentang hadis ini, mari bersama-sama kita compare hadis ini kedalam Alquran. maka akan terlihat mana yang benar perkataan Nabiyullah dan yang bukan, jika masih tidak cocok, apa ya mungkin quran-nya yang salah dan harus diralat atau diganti? kan tidak mungkin to pak guru...saya yang bodoh ini hanya ingin mencoba mengajak pak guru yang paham tentang ini, untuk lebih sabar dan bijak, untuk tidak langsung menjustifikasi, karena itu yang dicontohkan Nabi kita Muhammad.
klo berkenan, mari kita duduk dan diskusi bersama,agar bisa saling mengingatkan,jika saya keliru mhn bimbingannya.mungkin itu dulu pak guru, terima kasih atas perhatianya.syukron jazz. wassalamualaikum
Balas
Anonim Apr 10, 2010 02:05 AM
Hamba Allah :orang jahat biasanya mengatakan paham lain sesat, harusnya pak guru jangan nuding org lain sesat dong. menganggap dirinya paling benar dah dzalim lo cari sendiri ayatnya anda kan pintar!
Balas
Guru Pintar Apr 17, 2010 05:50 AM
@godspot: wa’alaikumussalam… monggo silahkan nimbrung mbah…Yang jadi sumber hukum jelas dua-duanya mbah. Sesuai dengan petunjuk dari Nabi kita Muhammad SAW. Jadi bukan hanya al-Qur’an saja. Kalau anda bertanya dimana kekuasaan Tuhan sehingga perlu bantuan manusia dengan al-hadits. Saya juga bertanya, dimana kekuasaan Tuhan mengapa ia menurunkan lewat Muhammad yang adalah seorang manusia? Mengapa DIA tidak langsung berbicara kepada Anda? Sama saja tho mbah? Al-Qur’an sampai kepada Anda lewat siapa? Apa langsung dari Allah?
Pasti lewat Nabi Muhammad lalu sahabat lalu tabi’in lalu tabi’it tabi’in dan seterusnya bukan? Mereka-mereka jugalah yang membawa al-Hadits. Lalu mengapa Anda hanya menerima al-Qur’an? Apa ini bukan melecehkan kredibilitas para sahabat dan Nabi sendiri? Sama salafus salih saja sikap Anda begitu, bagaimana dengan sikap kepada sesama muslim?
Nabi bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasi pada masaku, kemudian sesudahnya dan sesudahnya”. Generasi yang baik saja anda lecehkan. Sungguh saya mohon maaf jika Anda terusik dengan tulisan saya di blog ini. Sebagai sesama muslim saya punya kewajiban meluruskan saudara saya yang sesat. Kalau Anda keberatan dengan pelurusan saya, silahkan. Yang jelas saya sudah terbebas dari kewajiban. Jadi, jika besok saya ditanya di akherat saya bisa menjawab: “Maaf ya Alloh, saya sudah mengingatkan mereka (orang-orang ingkarus sunnah) tetapi mereka benar-benar keras kepala.”
Memang betul sekali kata Aa Gym: “Orang yang paling celaka adalah orang yang ketika diperingatkan bahwa di belakangnya ada ular berbisa, ia langsung MEMUKUL. Tapi BUKAN ularnya. Melainkan orang yang memberitahu.”Orang yang masih punya nurani mestinya berterimakasih jika ditunjukkan kesalahan dan kesesatannya. Bukannya meradang dan marah-marah. Ibarat Anda sedang berada di Solo dan ingin pergi ke Jogja tapi Anda melaju kea rah timur.
Apakah Anda mesti marah-marah ketika saya tunjukkan bahwa arah ke Jogja yang benar adalah ke selatan? Hadits itu bukan karya sembarangan mbah. Bukan karya kacangan. Metodologi penulisan hadits sangat luarbiasa hebatnya.
Hanya orang-orang yang pemahamannya tidak mendalam (tapi mengaku sangat paham) saja yang menolak hadits. Semuanya hadits bisa dilacak sanadnya. Si A murid dari si B atau si C guru dari si D dan seterusnya. Semuanya tercatat dengan baik. Sebuah pencatatan yang luarbiasa. Mana ada zaman sekarang orang mencatat bahwa si anu adalah murid dari si anu dan sebaliknya. Paling-paling hanya daftar murid saja. Orang-orangnya pun jelas, siapa perawi yang suka berbohong atau bahkan hafalannya tidak kuat pasti ketahuan .
Hanya karena Anda punya prasangka buruk kepada mereka saja yang mengakibatkan Anda tidak emndapatkan hidayah. Padahal tanpa mereka Anda tidak akan pernah kenal Islam. Dan Anda pasti masih menyembah berhala sekarang ini. Semoga Allah segera memberikan petunjuk kepada Anda. Terimakasih…
Balas
Anonim Apr 20, 2010 07:42 AM
pak guru pintar mohon maaf yang sebesar2 nya klu blh saya tanya kira2 menurut hadits itu yg di terangkan Nabi MUHAMAD S.A.W. Itu al Qur'an apa hadits ya ?
BalasBalas
abas Apr 22, 2010 09:34 PM
Hidup Guru Pintar, anda hebat, sudah berani menyesatkan orang, dan menganggap dirinya paling benar, coba pak guru pintar, bagaimana dengan nabi-nabi terdahulu, apakah mereka juga sesat krn tidak menggunakan hadist Nabi Muhammad SAW, padahal di dalam Alquran Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk mengikuti Millah Nabi Ibrahim sesempurnanya,
Mari Pak Guru Pintar sudah berapa ribu ayat Alquran yang anda kuasai, ingat Pak Guru Pintar, Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi itu krn mendapatkan Wahyu yaitu Alquran, terus pak Guru kalo pak guru disumpah kok nggak pernah pake hadist, tapi pake Alquran, trus mas kawin nggak pernah ada yg pake hadist tapi Alquran, kalo mati yang katanya ditanya malaikat ditanya kitabnya kok nggak hadist dan Alquran, tapi cuma Alquran, coba pak guru yang katanya pintar merenungi dengan hati jernih, jgn cuma bisa menvonis orang sesat, sudah berapa ayat Alquran yang pak guru pahami, bukan hanya dihafal, Ingat pak Guru Yang punya Surga ALLAH,
Dan ALLAH tidak mau dibanding-bandingkan dengan manusia baik hukum atau apapun, apalagi dengan hambanya, dan saya yakin yang dijalankan sehari-hari oleh nabi Muhammad SAW hanya Alquran, krn beliau tau begitu hebatnya ALLAH, tdk mungkin mengganti dengan selain ALquran, lebih baik kami mengingkari hadist daripada kami mengingkari Alquran, krn kalo kami mengingkari alquran, kami takut zhalim dan sesat.
terima kasih, coba renungi dengan Qollbu anda bukan dengan otak anda, salam kenal
Balas
Guru Pintar May 3, 2010 08:43 PM
Mohon maaf bang Abas, bukan sy yg menyesatkan. Alloh sendiri yg mengatakan bahwa siapa yg tdk taat pada Alloh dan Rasul-Nya berarti dia berada dalam kesesatan yg sangat nyata atau kafir (3:32) dia akan disiksa di neraka (4:14, 8:13, 9:63), mereka akan mati fasik (9:84) dan seterusnya. Ada 62 ayat di al-Qur’an yg menyatakan bahwa kita mesti mengikuti Alloh dan Rasul-Nya. Jadi kesimpulannya, jika Anda mengingkari hadits, itu artinya anda juga mengingkari al-Qur’an. Karena al-Qur’an-lah yg menyuruh kepada kita untuk taat kepada Alloh dan Rasul-Nya. Taat kepada Nabi hanya bisa dilihat lewat memelajari al-Hadits. Karena Anda tdk akan menemukan perilaku keseharian Nabi di al-Qur’an. Seperti bagaimana Nabi makan, bagaimana Nabi tidur, bagaimana Nabi bergaul dg tetangganya, bagaimana Nabi memulyakan tamunya, bagaimana Nabi menjalankan seluruh ibadah-ibadahnya. Jadi apa yg datang dari Rasul maka ambillah, dan apa yg dilarangnya maka tinggalkanlah (59:7).
Nabi-nabi terdahulu ya jelas tdk pakai hadits tho pakde? Lha pakai al-Qur’an saja kan tdk? Apa mereka pakai al-Qur’an? Wong Nabi kita Muhammad belum lahir? Apa al-Qur’an sudah ada sejak nabi Adam? Ayo baca lagi sejarah pakde! Jelas Nabi Muhammad harus mengikuti millah Nabi Ibrahim wong memang satu Tuhan dan satu aqidah. Mengikuti dalam hal apa? Jelas dalam mentauhidkan Allah, tdk menyekutukan Allah dg berhala atau sesembahan yg lain. Bukan untuk mengikuti segalanya.
Nyatanya, ketika Ibrahim diutus, serta merta beliau langsung menggempur tempat peribadatan Namrudz saat itu juga. Sedangkan Nabi kita harus nunggu 21 tahun untuk membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala.
Balas
Guru Pintar May 3, 2010 08:43 PM
Siapa bilang sumpah pakai al-Qur’an? Apa mereka ketika disumpah berkata: “Demi al-Qur’an sy bersumpah.. bla..bla..bla..”? Tdk kan? Mereka pasti berkata: “Demi Alloh SWT Rabb seru sekalian alam kami berjanji (bersumpah).. bla..bla..bla..” Persoalan dibawa-bawa al-Qur’an di atas kepala hanyalah sebagai symbol saja. Bahwa mereka itu sedang disumpah, begitu!
Kalau yg dibawa payung hitam, berarti mereka itu sedang berkabung! Begitu!
Kenapa Anda juga tdk bertanya: “Mengapa yg ditaruh di atas kepala cuma satu orang? Apa yg lain tdk mengakui al-Qur’an?” Begitu dong!
Lagi pula kalau yg dibawa kitab hadits, ya jelas tdk kuat tho bang. Wong jumlah kitab hadits itu banyak jumlahnya.
Kedua, mahar nikah kenapa memakai al-Qur’an? Ya, terserah yg nikah dong. Anda tanya kepada mempelai, jangan tanya kepada sy. Mau pakai al-Qur’an, pakai hadits, pakai cincin emas, pakai ranjang, pakai hewan piaraan, pakai apapun boleh kok. Yg penting halal! Bahkan pakai cincin besi pun boleh. Apa anda pernah survey bahwa tdk ada seorang pun yg mahar nikahnya pakai kitab hadits? Jangan asal ambil kesimpulan om! Trus kalau mati apa anda tahu kalau nanti ada pertanyaan tentang al-Qur’an di kuburan? Kan di al-Qur’an tdk ada informasi tentang pertanyaan kubur? Bukankah informasi tentang pertanyaan kubur itu cuma ada di hadits?
Katanya Anda tdk memakai hadits?
Mengapa sekarang membawa infromasi dari hadits? Ini namanya anda plin-plan pakde. Ini artinya hati nurani anda mengakui hadits. Tetapi karena kesombongan akal pikiran mbah min, pengikutnya dan anda tentunya menyebabkan anda tersesat begini ini.
Persis seperti di al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 7: Alloh mengunci mati hati, telinga dan mata kalian semua. Jadi sy jelaskan sejelas apapun akan percuma! Wong buta dan tuli seperti disinggung di al-Qur’an itu. Nah kalau anda tdk pakai hadits, bagaimana anda sholat? Apa hanya rukuk dan sujud saja? Kan di al-Qur’an tdk ada penjelasan secara rinci urutan dan tata caranya? Trus bacaannya juga bagaimana? Tdk ada juga kan? Kalau tdk pakai hadits, jangan-jangan Anda tdk khitan. Karena di al-Qur’an tdk ada perintah khitan. Berarti anda sama dong dg orang Kristen, Yahudi dan lain-lainnya?
Kalau tdk pakai hadits, jangan-jangan Anda makan dg tangan kiri persis sama dg syetan. Karena hanya haditslah yg menyuruh kita untuk makan dg tangan kanan dan membaca bismillah. Kalau tdk pakai hadits, kalau anda mati maka tdk perlu dimandikan, tdk perlu dikafani, tdk perlu diantar ramai-ramai ke kuburan dan tdk perlu disholati. Kalau anda mati kelak, cukup dipendam di dalam tanah belakang rumah anda sebagaimana binatang yg mati. Buat apa dimandikan, dikafani, diantar ramai-ramai dan disholati wong tdk ada petunjuknya di al-Qur’an. Begitu kan?Ayo jangan emosi.
Pakailah hati nurani yg paling dalam dan paling jernih. Jangan hanya karena termakan sihir mbah Min Anda jadi merusak agama Anda sendiri. Mudah-mudahan Anda segera mendapatkan hidayah Alloh SWT. Dan kita bisa reuni di surga-Nya kelak. Amin.Balas
Anonim May 3, 2010 08:51 PM
Andi write:Alhamdulillah sejak membaca tulisan tentang kajian Mbah Minardi Mursyid di YATAIN ini saya jadi tersadar bahwa selama ini saya telah mengikuti kajian sesat dan menyesatkan. Terimakasih gurugo. Terimakasih Mbah min atas pengalamannya sehingga saya bisa membedakan mana yang sesat dan mana yang benar. Semog Anda segera taubat. Taubatan nasuha...
Saya berharap teman2 di YATAIN segera bertobat. Mumpung kalian belum mati dan dunia belum kiamat. Percayalah kajian yang asal mula kalian anggap baik ini pelan-pelan akan dibelokkan ke kesesatan yang lebih frontal dan kalian tidak terasa. Kalaupun kalian terasa, kalian tidak bisa keluar darinya karena kalian sudah kadung masuk dan sudah kenal dengan anggotanya.Ayo jalan taubat masih ada! Allohu Akbar!
Balas
komentar2 selengkapnya ada di
http://gurugo.blogspot.com/2009/11/mencari-bukti-kesesatan-pemikiran.html
No comments:
Post a Comment