Tuesday, September 09, 2008

baru taHu aku

linked : [url=] Klik disini[/url]

dari forum www.hidayatullah.com saya baca tentang tsb dibawah ini, dan jujur saya terkesan dan baru tahu atau tepatnya baru menyadari hal tsb.
Subhanallah.....

inilah salah satu postingan anggota forum tsb :

Millist Faithfreedom: Ganti kala "Allah" menjadi "Tuhan"
by aluq on Fri Sep 05, 2008 6:13 pm

Namanya tauhid rububiyah dan tauhiduluhiyah.

Tuhan dalam pengertian Sang Pencipta Alam, memang bermacam2 namanya sesuai masyarakat dan budaya. Ini adalah keyakinan atas rububiyah Alloh. surat 10 : 31. Bahwa orang musyrikin quraisy pun meyakini Alloh sebagai pencipta langit dan bumi.

Sementara Tuhan dengan makna Dzat Yang Disembah, maka hanya Islam yang paling bersih. sebab hanya kepada ALloh saja kita melakukan penyembahan. sementara agama manusia lain, tidak demikian. Bahkan di kalangan kaum muslimin pun, belum tentu terbebas dari penyakit syirik. Padahal ajaran islam jelas sekali memerangi syirik. apalagi agama yang bukan tauhid. tentu lebih ancur lagi.

islam dan arab memang tidak identik. Tapi arab dipilih sebagai kehendak Alloh.

= aluq =aluq

Posts: 48
Joined: Mon Aug 25, 2008 11:20 am

Re: Milist Faithfreedom: Ganti kala "Allah" menjadi "Tuhan"by Fallahi on Fri Sep 05, 2008 9:54 pm

Turunnya agama Islam di arab dan berbahasa arab, sepertinya bukan terjadi begitu saja, hanya Allah lah yang tahu rahasia pemilihan tempat itu, aq sebagai umatnya hanya bisa merasakan dan melihat bahwa bahasa Arab itu ( Al Qur'an ) sangat familiar dengan bathinnya (bawah sadarnya) manusia.
Misalnya kata kata Allahu Akbar, asta'firullah, masya Allah, ya Allah, adalah kata kata dan kalimat yang sangat mudah melekat di mulut dan dihati manusia, dan aku banyak melihat bukti nya di teman teman non muslim ku, mereka sering terceploskan kata kata tersebut hanya karena sering mendengarnya dari mulut orang Islam, Kalau mereka terkejut atau terkesima mereka mebih dekat pada kalimat kalimat tersebut dari pada kata kata dalam agama mereka, misalnya kata kata puji tuhan, atau oh jesus atau apalagi, kalimat atau kata kata tersebut agak terkendala untuk di ucapkan secara reflek tanpa disengaja.

Dan lagipula kata kata seperti Allahu akbar misalnya, bisa di ekspresikan untuk berbagai macam situasi, bisa untuk pembakar semangat ketika menghadapi tantangan yang berat, perang misalnya, tetapi bisa juga diekspresikan ketika dalam ketakjubpan atau keterkejutan melihat peristiwa yang luar biasa. Itu suatu bukti kebesaran dan keserbagunaan bahasa arab (Al Qur'an) dalam merespon berbagai peristiwa yang di alami manusia.

Sungguh bahasa Arab (Al Qur'an) itu bukanlah sekedar bahasa budaya suatu bangsa saja, tetapi adalah bahasa universalnya (bathin) manusia.

Hanya Allah lah yang mengetahui segalanya, kita ini tak lain hanya mereka reka saja."Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (AL BAQARAH ; 45)Fallahi

Posts: 22
Joined: Tue Sep 02, 2008 2:53 pm

No comments: