sebenarnya tidak ada yang istimewa di 1-romadhon-1429H ini selain rasa syukur atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk dapat menjalani dan mengisi romadhon ini dengan deretan tafakur, tahlil, tahmit dan taubat.
sholat taraweh ditempat saya yang dulu 4,4,3 kini terpecah jadi 2 kelompok. Ada sebagian yang ingin kembali pada fitrahnya sholat sunnah yakni 2,2 (masna-masna) tapi ada yang ingin bertahan dikebiasaan yang lalu.
sebenarnya tidak jadi masalah jika kedua kelompok tsb telah sepakat mengikuti imamnya masing2, tapi ternyata bagi saya ada sedikit ganjalan dan tidak mudah untuk mengikuti 4,4,3 lagi karena keyakinan yang lebih baik adalah 2,2 itu.
is ok, wait and see lahh...
tentang akidah juga masih terpecah menjadi 2 ( atau mungkin lebih ).
1. ada yang karena alasan kebijaksanaan masih mentolerir kebiasaan dan tradisi
2. ada yang ingin kembali pada kemurnian akidah yakni hanya berpegang pada al-quran dan as-sunnah dan no way untuk lainnya..
tentang puasa dan cobaan tuhan....
1. manusia dimanapun dan siapapun dia pasti tidak akan lepas dari sebuah cobaan
2. ada cobaan kemiskinan ada pula cobaan kekayaan, harta, pangkat, ketenaran dll
3. ada cobaan nafsu dan iman sekalipun
bahkan seorang nabipun tidak akan pernah lepas dari cobaan itu, dan cobaan itu akhirnya menunjukan akan kecintaan tuhan pada manusia itu sendiri...
bahkan nabi Isa-pun yg diyakini pengikutnya sbg telah disalib katanya adalah bukti kecintaan tuhan pada anaknya...anak tuhan.
( hanya saja kalau saya ingat kata ke-esaan atau tauhid dalam bhs islamnya, tentu statement ini menyisakan pertanyaan besar. siapa yg diuji dan siapa pula yng menguji atau siapakah subjeknya dan siapa pula predikatnya ? tentu menjadi tidak penting dibeicarakan karena itu telah menyangkut keyakinan ummat lain, silahkan saja bukankah tidak ada paksaan untuk menjadi islam atau menjadi kafir )
to be continue
No comments:
Post a Comment